Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

   KESENIAN DI ARAB


Bangunan-bangunan kuno yang masih terpelihara utuh, di antaranya Menara Kutubia bersama masjid jaminya, gerbang tua Babul Aquino, Souqul Madina (pasar kota). Biro-biro wisata di Rabat atau Casablanca selalu mempromosikan Marakesh sebagai pusat seni budaya Arab Berber khas Afrika Utara yang masih bertahan dari serbuan modernisasi.
Di “Souqul Madina” umpamanya, bebagai corak perhiasan logam dari emas, platina, perunggu, kuningan, dan tembaga, menjadi ikon cendera mata. Juga wangi-wangian yang dikemas dalam wadah-wadah unik menarik, baik botol kaca maupun keramik, menebarkan aroma parfum alam yang bersumber dari bunga-bungaan, rumput atau daun-daunan dan kayu-kayuan asli Pegunungan Atlas.
Sesak padat suasana pasar tak terasa berkat semilir angin dari lubang-lubang di atas atap tinggi. Ditambah denting mandolin dan gambus, mengiringi dendang lagu-lagu padang pasir.
Jika kebetulan kita berada di Marakesh saat bulan puasa, di sebuah lapangan luas, atau alun-alun yang berada di dekat Masjid Kutubia, masjid jami terbesar di Marakesh, di situ para pejalan kaki, pedagang kaki lima, serta para penyaji berbagai atraksi, berkumpul hingga keadaan hiruk-pikuk.
Suara teriakan, obrolan, nyanyian, berbaur dengan tabuhan bermacam-macam alat musik pengiring aneka ragam pertunjukan. Ada sulap, akrobat, badut, dan banyak lagi. Semuanya menarik untuk ditonton, sambil menunggu azan magrib tiba.
Para penyaji atraksi “seni rakyat” tersebut, bukan hanya penduduk asli Marakesh, atau berasal dari kota-kota lain di Maroko, seperti Rabat, atau Casablanca. Tapi juga dari luar negeri. Antara lain; Senegal, Mauritania, Nigeria, Tunisia, Aljazair. Pokoknya multietnis dan multibangsa.Yang paling banyak mendapat perhatian adalah tukang sulap. Menggunakan tambang katun, rotan, ular kobra hidup dan peti kayu tertutup kain hitam.
Jika matahari sudah terbenam, acara yang riuh rendah mendadak sepi. Alun-alun Marakesh menjadi kosong karena semua orang berbondong-bondong ke masjid Kutibia, untuk ikut menyantap hidangan future (tajil) istimewa, berupa air teh campur bubuk “kardamon” (kapol) serta buah kurma segar setengah matang.
Usai salat magrib, baru berbuka makanan pokok yaitu “couscous” sejenis keripik terbuat dari gandum, dicelupkan ke kuah gulai daging kambing atau unta yang gurih berminyak. Menu utama ini, didampingi “kebab” berbentuk keratan daging ditusuk seperti sate.
Bumbunya terbuat dari tumbukan kacang tanah , kecap kental, perasan jeruk nipis. Disediakan pula yoghurt dicampur irisan tomat dan bawang merah, jika penyantap “kebab” menginginkan rasa dan selera lain.
Mampir dan beristirahat sejenak di Marakesh, memang memiliki kesan tersendiri, kesan yang tidak mudah kita dapatkan dan kita lupakan sepanjang hidup kita. Terutama bagi wisatawan yang cuma lewat semalam dua malam di kota kuno yang penuh sejarah itu.


   
    Seni menulis indah disebut Kaligrafi. Kata kaligrafi berasal dari bahasa yunani (kalios: indah; graphia : tulisan). Seni ini diciptakan dan dikembangkan oleh kaum muslim sejak kedatangan Islam.      Sebagai bahasa yang memiliki karakter huruf yang lentur dan artistik, huruf Arab menjadi bahan yang sangat kaya untuk penulisan kaligrafi, Sifat uni Alqur-an ini baru terekplorasi dengan baik ditangan kaum Muslim karena pada masa sejarah pra-islam, orang Arab tidak memiliki seni tulis seperti yang dikembangkan oleh orang Arab Muslim. 
    Kaligrafi sangat berkaitan dengan Al-Quran dan hadis, karena sebagaian besar tulisan indah dalam bahasa Arab menampilkan ayat Al-Quran atau hadis Nabi Muhammad SAW.
Penulisan huruf Arab berkembang luar biasa pada masa Ummayyah (661-750 M), khususnya pada masa Abdul Malik bin Marwan (685-705 M). Abdul Malik mengumumkan tulisan Arab sebagai tulisan resmi negara.

    Semua dokumen penting ditulis dalam huruf Arab. Dua tulisan baru Arab muncul pada masa ini, yakni tumar dan jalil yang diciptakan oleh kaligrafi ternama Qutbah al-Mihr. Tumar kemudian dijadikan tulisan resmi Ummayyah.
Penggunaannya pada awal berdirinya Kerajaan Ummayyah, tulisan kaligrafi digunakan untuk keperluan administrasi negara.

    Pada perkembangan selanjutnya, tulisan indah juga digunakan di dinding istana, masjid dan tempat lain. Beberapa buku khusus, seperti Al-Quran, ditulis dengan seni kaligrafi. Tulisan kaligrafi juga ditemukan pada peralatan lain seperti meja, lemari, pedang dan keramik.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

silvia tan mengatakan...

Bingung cari situs judi online teraman dan terpercaya di Indonesia?. Mari bergabung bersama kami & nikmati bonus menarik dari kami. Hanya dengan minimal deposit Rp 20.000 saja, anda sudah memiliki peluang untuk memenangkan puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah setiap harinya.

Telah hadir situs terpercaya untuk bermain game online

Menyaediakan 8 game dalam satu id
* POKER
* BANDAR Q
* BANDAR POKER
* DOMINO
* CAPSA SUSUN
* ADU Q
* BANDAR 66
* SAKONG

keunggulan bermain di PESONAQQ :

* Minimal deposit hanya Rp 20.000
* Minimal tarik dana Rp 20.000
* Dilayani oleh CS profesional dan ramah, 24 jam online
* Proses Depo & WD super cepat
* No ROBOT MURNI PLAYER VS PLAYER
* Bonus Referal 100% - 200%
* Bonus TO di bagikan tiap hari s/d 0.5%

Untuk Info Lebih Lanjut Contact CS Kami :
*Livechat
* WA : +85511817618
* BBM : 7A996166

Posting Komentar

Free Guitar Cursors at www.totallyfreecursors.com